Blog

  • Desa Wisata Cantik Ranupani dan Argosari di Lumajang

    Desa Wisata Cantik Ranupani dan Argosari di Lumajang

    Pemandangan Puncak B29, Desa Argosari (Foto: Pokdarwis Argosari)
    Pemandangan Puncak B29, Desa Argosari (Foto: Pokdarwis Argosari)

    TOPNEWS62.COM Wisata ke Gunung Bromo dan Semeru melalui Lumajang, semakin dengan eksplorasi dua desa wisata cantik ini.

    Dua desa wisata ini sudah terkenal keindahannya baik wisatawan lokal maupun mancanegara, Mari kita bahas pada artikel berikut ini.

    Desa Ranupani di kaki Semeru menawarkan lansekap danaunya yang permai, sedang Desa Argosari memanjakan mata dengan “Negeri di Atas Awan” nya.

    Desa Ranupani, sesuai namanya, merupakan lokasi dari danau-danau indah dan terkenal seperti Ranu (danau) Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

    Danau-danau ini konon danau tertinggi di Indonesia. Saat ini, Desa Ranupani tengah bersolek, di antaranya, dengan dibangunnya Rest Area Ranupani yang dilengkapi kios-kios rapi bagi UMKM setempat.

    Tak jauh dari Rest Area Ranupani tersebut, terdapat Ranu Regulo yang asri dan lokasinya sedikit lebih tersembunyi sehingga menawarkan suasana lebih tenang ditemani kicauan burung. Kawasan ini dilengkapi fasilitas lengkap untuk berkemah, selain terdapat Rumah Edukasi Anggrek Semeru yang menarik untuk dikunjungi.

    Menuju ke sana bisa jalan kaki melalui jalur berbatu yang cantik dipagari pepohonan dan semak-semak bunga. Kita juga bisa naik kuda ke danau, untuk mendapatkan pengalaman wisata lebih unik. Biayanya sekitar Rp100.000 per orang dari Rest Area Ranupani ke Ranu Regulo. Tentu saja, para pemandu kuda akan selalu mendampingi.

    Desa wisata di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang ini juga merupakan pintu gerbang pendakian ke Gunung Semeru. Tahukah kamu kalau untuk mendaki Gunung Semeru kita memerlukan persiapan khusus?

    Menurut Cak Yo, salah seorang relawan Semeru, kita harus melakukan registrasi online maksimal 3 hari sebelum pendakian, karena terdapat kuota jumlah pendaki yakni 600 orang per hari.

    “Untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan kelestarian alam,” tutur Cak Yo yang bersama 50 orang relawan lain juga mengelola sampah di sana.

    Membawa seluruh persyaratan, pendaki harus daftar ulang di loket kemudian mengikuti briefing edukasi pendakian dari para relawan. “Tidak bisa cuma dikasih aturan, wisatawan harus dikasih kesadaran agar menjaga lingkungan,” tegas Cak Yo.

    Betul sekali, memang tak hanya para penggerak pariwisata yang harus sadar wisata. Kita sebagai pengunjung pun harus sadar wisata. Caranya, dengan jadi wisatawan yang bertanggung jawab, menghormati adat kebiasaan setempat, menjaga kebersihan, mengutamakan kelestarian alam, dan jangan sampai mengganggu keseimbangan ekosistem yang kita datangi saat berwisata.

    Desa Ranupani juga menjadi tempat bermukimnya Suku Tengger yang masih mempertahankan beberapa budaya khas mereka, seperti mengenakan sarung dan udeng (pria), serta kain atau selendang (wanita). Pemandangan orang mengenakan sarung dan kain dalam kegiatan sehari-hari, menjadi pemandangan lumrah di sana.

    Ternyata, sarung dan kain ini bukan semata-mata untuk menahan dingin, lho. Ada makna lain di balik pemakaian kain pada wanita Suku Tengger.

    Cara penggunaan kain sarung yang biasa disebut Kaweng ini menunjukkan identitas. Pemakaian sarung dengan disimpulkan ke depan, artinya perempuan tersebut sudah menikah. Jika disimpulkan ke samping kanan menandakan masih gadis, belum memiliki pasangan, sedangkan jika disimpulkan ke sebelah kiri menandakan perempuan yang pernah menikah namun telah berpisah. Simpul sarung ke belakang ke belakang menandakan perempuan tersebut tengah berbadan dua.

    Jika singgah di desa ini, jangan lupa ya, ambil kesempatan berfoto mengenakan kain seperti warga setempat. Pasti akan jadi dokumentasi istimewa dari Desa Ranupani.

    Lalu, oleh-oleh apa yang bisa kita bawa pulang dari desa ini? Silakan singgah di toko Hanna, yang memasarkan produk UMKM setempat. Ia juga memproduksi olahan Sambal Teropong Pawon Tengger khas Ranupani yang berbahan dasar Cabe Tengger dan Bawang Teropong, sertai selai yang berbahan utama Terong Tengger. Sambal Teropong dan selai produksi Hanna ini mampu bertahan selama tiga bulan, dibanderol Rp20.000 – 25.000 per botol.

    Meskipun resep yang digunakannya merupakan resep umum khas Ranupani, Hanna berinisiatif memanfaatkan hasil bumi yang melimpah tersebut untuk olahan kuliner dalam bentuk kemasan agar tahan lama dan mudah dibawa para tamu, termasuk yang menginap di homestay-nya.

    Sekarang kita ke Desa Aegosari, Puncak B29 menjadi destinasi wisata andalan bagi Desa Wisata Argosari. Dari ketinggian 2900 mdpl, jika kita beruntung tak terhalang kabut, tampak di sisi barat Gunung Bromo, Bukit Teletubies, Gunung Batok hingga padang savana.

    Di sisi timur terpampang Gunung Lemongan, Gunung Raung dan Argopuro. Di sisi utara nampak Gunung Arjuna dan Welirang. Sedangkan sisi selatan terlihat gunung tertinggi di Jawa, Gunung Semeru.

    Untuk mencapai puncak ini, Kamu harus menggunakan ojek kendaraan roda dua, karena jalan menuju puncak sempit, menanjak dan berliku-liku.

    Di Puncak B29 juga terdapat situs-situs Suku Tengger yang masih digunakan untuk ritual masyarakat setempat. Puncak B29 juga biasa digunakan untuk melakukan ritual Ujar yaitu pemberian sesembahan wujud syukur saat seseorang terpenuhi ujar atau keinginannya. Adat ini dilakukan tidak berdasarkan agama meskipun warga setempat beragama Hindu, namun lebih kepada adat budaya setempat.

    Dalam melakukan ritual adat, masyarakat Suku Tengger di Desa Wisata Argosari melibatkan Romo Dukun, sebutan tetua adat yang dipercaya untuk menentukan kapan tanggal terbaik untuk melakukan ritual. Romo Dukun menjadi orang yang dituakan secara adat, berdampingan dengan Kepala Desa yang memimpin pemerintahan Desa. Selain Ritual Ujar, Romo Dukun juga memimpin Hari Raya Karo yang berpusat di balai desa yaitu silaturahmi antar warga dan makan bersama.

    Bagaimana dengan oleh-oleh? Desa Argosari memiliki perajin patung kayu yaitu Upoko, seorang seniman pahat yang memulai karyanya dengan melukis hingga akhirnya berkembang dengan keahlian memahat kayu. Dari kayu-kayu yang digunakannya, muncul karya seni religi yang dibuatnya berdasarkan penglihatannya saat memejamkan mata. Dasar intuisi yang kuat menghasilkan karya yang indah.

    Jalan-jalan ke desa wisata yang tak hanya indah tapi juga kaya budaya. Apalagi, para pegiat pariwisata di sana sudah makin siap menyambut pengunjung, karena sudah tersentuh program Sosialisasi Sadar Wisata yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama dua tahun terakhir.

  • Bulan Srigala, Bulan Purnama di Januari

    Bulan Srigala, Bulan Purnama di Januari

    Ilustrasi/Pixabay
    Ilustrasi/Pixabay

    TOPNEWS62.COM – Bandung, 25 Januari 2024Bulan Purnama mempunyai beberapa istilah. Berikut penjelasan tentang Bulan Purnama yang dikenal dengan sebutan Wolf Moon (Bulan Serigala).

    Bulan Purnama terjadi setiap 29 hari, yang berarti sebagian besar bulan mempunyai satu Bulan Purnama (meskipun jarang terjadi dua Bulan Purnama dalam satu bulan kalender, bulan kedua disebut Bulan Biru).

    Bulan Purnama terjadi saat Bumi berada diantara Matahari dan Bulan. Bulan menjadi tampak penuh dikarenakan semua sisinya terkena sinar matahari. Belahan Bumi yang mengalami fase malam akan melihat bentuk Bulan bulat sempurna.

    “Menurut NASA, di Amerika Serikat, Bulan Purnama setiap bulan memiliki nama tradisional yang dikaitkan dengan cuaca, tanaman yang sedang musim, atau hewan yang mungkin dilihat pada waktu tersebut. Nama-nama tradisional ini tercantum dalam Almanak Petani, yang menulis bahwa nama-nama ini berasal dari sejumlah tempat, termasuk sumber-sumber penduduk asli Amerika, kolonial Amerika, dan Eropa,” jelas Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Farahhati Mumtahana.

    Farah melanjutkan, disebut Wolf Moon karena serigala lebih sering terdengar melolong di bulan Januari. Namun, kita sekarang tahu bahwa serigala sebenarnya tidak melolong lebih banyak di bulan Januari dibandingkan bulan lainnya.

    Wolf Moon terjadi pada dini hari, Jumat (26/1) pukul 00.53 WIB. Menurut Farah, Bulan Purnama yang terjadi tidak menyebabkan dampak signifikan pada kehidupan di Bumi. Masyarakat bisa melihat Bulan Purnama yang indah secara langsung, asalkan cuaca cerah atau tidak mendung.

    Bulan Purnama akan membuat langit malam lebih terang dari biasanya. Sehingga, meskipun langit cerah, cahaya bintang-bintang terutama di sekitar Bulan akan kalah. Namun, biasanya planet yang terang akan tetap terlihat, seperti Mars, Jupiter, dan Saturnus yang tampak di bulan Januari ini.

    Efek yang cukup umum karena Bulan Purnama yaitu fenomena air pasang akibat gravitasi Bulan. Selain itu, Bulan Purnama juga biasanya mempunyai pengaruh khusus pada spesies tertentu, seperti migrasi dan perkembangbiakan. Namun, karena maraknya polusi cahaya sehingga langit sering terang benderang karena sorotan lampu, pengaruh Purnama pada spesies ini cukup terdampak.

  • BRIN Temukan 49 Taksa Baru selama 2023

    BRIN Temukan 49 Taksa Baru selama 2023

    Dok. BRIN.go.id
    Dok. BRIN.go.id

    TOPNEWS62.COM – Cibinong, 25 Januari 2024 – Penemuan 49 taksa baru oleh para peneliti BRIN semakin menambah data keanekaragaman hayati (kehati) Indonesia. Dari keseluruhan penemuan tersebut, 28 persen spesies baru yang ditemukan merupakan endemik fauna dan flora Indonesia dari masing-masing lokasi penemuannya.

    Sekitar 96 persen spesies baru merupakan spesimen yang berasal dari Indonesia. Sedangkan dua spesies baru, yaitu bakteri Spirosoma foliorum berasal dari Korea Selatan dan lalat Colocasiomyia luciphila dari Malaysia. Sementara itu, spesimen lainnya berasal dari Indonesia yang dikoleksi dari Jawa, Kalimantan, Papua, Maluku, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kepulauan Natuna.

    Dari 41 taksa fauna baru yang berhasil ditemukan, teridentifikasi satu marga dan enam spesies kepiting, satu spesies udang, dua spesies cacing, sembilan spesies herpetofauna, dua spesies ikan, enam spesies keong, tiga spesies ngengat, lima spesies lalat, empat spesies hewan pengerat, serta satu subspesies kupu-kupu, dan satu subspesies herpetofauna. Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bekerja sama dengan periset dari Lee Kong Chian Natural History Museum dan National University of Singapore juga berhasil menemukan marga baru kepiting yang hanya ditemukan di Kepulauan Natuna, yaitu Natunamon.

    Beberapa spesies taksa baru untuk kelompok fauna merupakan fauna endemik Indonesia, yang berasal dari Maluku, Kepulauan Natuna, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. 31 persen kelompok fauna endemik ini adalah spesies baru kepiting, cacing laut, udang, ikan, keong, cecak, dan hewan pengerat.

    Beberapa fauna endemik spesies baru seperti Pectinaria nusalautensis yang ditemukan di Pulau Nusalaut Maluku, merupakan spesies cacing polychaeta laut ketujuh yang diidentifikasi dari wilayah tersebut. Sementara itu, enam dari delapan taksa baru krustasea yang ditemukan, satu marga dan empat spesies kepiting merupakan endemik dari Pulau Natuna dan Pulau Siantan, sedangkan satu spesies udang endemik Caridina clandestine berasal dari Sulawesi Tengah.

    Untuk fauna endemik lainnya, yaitu cecak Cyrtodactylus gonjong ditemukan di Sumatra Barat, ikan Oryzias loxolepis ditemukan di Sulawesi Selatan, keong Palaina motiensis ditemukan di Maluku Utara, dan empat hewan pengerat yaitu Rattus feileri, Rattus taliabuensis, Rattus halmaheraensis, dan Rattus obiensis ditemukan di Maluku.

    Selanjutnya, dari tujuh spesies flora yang ditemukan, terdapat lima spesies baru begonia, satu spesies pandan, dan satu spesies anggrek. Kelima begonia ditemukan di Sulawesi, sedangkan pandan dan anggrek berasal dari tanah Papua. Khusus untuk pandan Freycinetia wiharjae adalah flora endemik Papua yang hingga saat ini belum ditemukan di lokasi lainnya.

    Khusus untuk penemuan mikroba, peneliti BRIN banyak bekerja sama dengan periset lain dari beberapa negara, yaitu Singapura, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Taiwan, India, dan Uni Emirat Arab. Penemuan tersebut berhasil dipublikasikan pada Scientific Reports, jurnal dengan jumlah sitasi terbanyak kelima di dunia.

    Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Iman Hidayat mengungkapkan, salah satu program prioritas BRIN adalah upaya pengungkapan dan pemanfaatan biodiversitas. Untuk mendukung program ini, BRIN menyediakan platform pendanaan kolaborasi dengan seluruh stakeholder, termasuk perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan periset swasta dalam dan luar negeri melalui Riset dan Inovasi Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi dan Eksplorasi, dan didukung oleh platform pendanaan internal rumah program terkait pengungkapan dan pemanfaatan biodiversitas nusantara serta konservasi tumbuhan terancam punah.

    “Upaya konservasi keanekaragaman hayati BRIN meliputi pengungkapan biodiversitas nusantara berupa discovery spesies baru beserta data genom dan potensi pemanfaatannya, kajian ancaman dan dampak perubahan iklim global terhadap status biodiversitas nusantara dan ekosistem, rehabilitasi dan peningkatan populasi spesies terancam punah, eksplorasi dan konservasi secara ex situ serta ekologi dan restorasi spesies,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Bayu Adjie menambahkan, pengungkapan 49 taksa baru ini merupakan kerja keras yang luar biasa. “Taksonomi adalah ilmu dasar untuk mengidentifikasi sesuatu yang ada di sekitar kita. Jika salah identifikasi, maka salah mengambil kesimpulan. Itulah pentingnya peran taksonom untuk memastikan prosedur identifikasi sesuai dengan kaidah ilmiah,” tegasnya.

    Taksonomi, lanjut dia, tidak hanya tentang spesimen dan herbarium, namun juga dituntut untuk belajar teknologi sequencing DNA, whole genome sequencing, dan teknologi identifikasi lainnya. “Hasil riset taksonomi akan menjadi awal dari penelitian biodiversitas selanjutnya, seperti konservasi hingga bioprospeksi, sehingga berkesinambungan. BRIN juga memiliki program untuk mencetak generasi baru taksonom, mulai dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Bantuan Riset Talenta Riset dan Inovasi (BARISTA), Degree By Research (DbR) untuk S2 dan S3, Research Assistant, Visiting Researcher, dan Postdoctoral,” tandasnya.

    Berikut rincian daftar taksa baru:

    Marga/Genus Baru

    1. Natunamon Ng, Wowor, Yeo 2023

    Spesies baru

    1. Spirosoma foliorum Ho, Nurcahyanto, et al. 2023

    2. Begonia ranoposoensis Saleh, Bandjolu, & Ardi 2023

    3. Begonia batusangiensis Ardi & D.C.Thomas 2023

    4. Begonia labengkiensis Ardi & D.C.Thomas 2023

    5. Begonia kabaenensis D.C.Thomas & Ardi 2023

    6. Begonia stilpnophylla D.C.Thomas & Ardi 2023

    7. Freycinetia wiharjae Keim, Witono & Sujarwo 2023

    8. Bulbophyllum whitteniorum Saputra, Schuitemann, Metusala, & Heatubun 2023

    9. Pectinaria nusalautensis Pamungkas & Hutchings 2023

    10. Arthrostoma supriatnai Dewi, Purwaningsih & Hasegawa 2023

    11. Tmethypocoelis simplex Murniati, Asakura & Davie 2023

    12. Tmethypocoelis celebensis Murniati, Asakura & Davie 2023

    13. Natunamon indonesicum Ng, Wowor, Yeo 2023

    14. Isolapotamon remotum Ng, Wowor, Yeo 2023

    15. Geosesarma Hashimi Ng, Wowor, Yeo 2023

    16. Geosesarma anambas Ng, Wowor, Yeo 2023

    17. Caridina clandestine Klotz, von Rintelen, Annawaty, Wowor & K. von Rintelen 2023

    18. Gonocephalus inauris Harvey, Sarker, Sidik, Kurniawan, & Smith 2023

    19. Cyrtodactylus gonjong Nugraha, Ahda, Tjong, Kurniawan, Riyanto, Fauzi & Lin 2023

    20. Hypsiscopus indonesiensis Hamidy, Zakky, Fitriyana, Endarwin 2023

    21. Oreophryne riyantoi Putri, Trilaksono, Kurniati, Engilis & Hamidy 2023

    22. Litoria azuroscelis Günther, Richards, Hamidy, Trilaksono, Sulaeman & Oliver 2023

    23. Limnonectes phyllofolia Frederick, Iskandar, Riyanto, Hamidy, et al. 2023

    24. Hylophorbus monophonus Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

    25. Hylophorbus lengguru Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

    26. Hylophorbus maculatus Ferreira, Kraus, Richards, Oliver, Günther, Trilaksono, Arida, Hamidy, Riyanto, et al. 2023

    27. Oryzias loxolepis Kobayashi, Mokodongan, et al. 2023

    28. Phenacostethus sikat Parenti, Lumbantobing, & Haryono 2023

    29. Palaina motiensis Heryanto, Mujiono, Laitupa, & Nurinsiyah 2023

    30. Sulawesidrobia wilsoni Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

    31. Sulawesidrobia carsonae Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

    32. Sulawesidrobia ehrlichi Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

    33. Sulawesidrobia crutzeni Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

    34. Sulawesidrobia dinersteini Haase, Rintelen, Harting, Marwoto & Glaubrecht 2023

    35. Agrioglypta hastantiae Sutrisno 2023

    36. Agrioglypta ubaidillahi Sutrisno 2023

    37. Agrioglypta halimunensis Sutrisno 2023

    38. Colocasiomyia pinangae Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

    39. Colocasiomyia besaris Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

    40. Colocasiomyia luciphila Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

    41. Colocasiomyia oligochaeta Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

    42. Colocasiomyia grimaldii Zhang, Gao, Takano, Yafuso, Suwito, Meleng, Toda 2023

    43. Rattus feileri Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

    44. Rattus taliabuensis Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

    45. Rattus halmaheraensis Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

    46. Rattus obiensis Fabre, Miguez, Holden, Fitriana, Semiadi, Musser, Helgen 2023

    Subspesies baru

    47. Gonocephalus doriae brevis Harvey, Sarker, Sidik, Kurniawan, & Smith 2023

    48. Taraka hamada hamakoae Suefuji, Saito, & Peggie 2023

  • Promo Menarik Kuliner Dan Penginapan Istimewa Pada Tahun Naga di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

    Promo Menarik Kuliner Dan Penginapan Istimewa Pada Tahun Naga di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

    TOPNEWS62.COM – Menyambut Tahun Baru Imlek yang semakin mendekat, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dengan senang hati mengundang para tamu untuk merayakan Tahun Naga dengan berbagai perayaan meriah dan penawaran lezat juga promo Penginapan yang menarik.

    Memeluk semangat kemakmuran dan kelimpahan, hotel mewah ikonik di kota ini dengan bangga mempersembahkan penawaran eksklusif menyambut Tahun Baru Imlek untuk meningkatkan kegembiraan dan keceriaan dalam perayaan yang penuh berkah ini.

    Liburan Tahun Baru Imlek yang Penuh Kegembiraan Buat kenangan berharga bersama orang terkasih dengan menginap santai di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Tamu yang datang pada tanggal 8 hingga 14 Februari 2024 akan menikmati sarapan untuk dua orang dewasa dan amenitas eksklusif.

    Hampers Tahun Baru Imlek Sampaikan ucapan kemakmuran, kelimpahan, dan kesehatan dengan rangkaian Hampers Tahun Baru Imlek yang dipilih dengan cermat. Pilihlah dari dua pilihan yang istimewa: The Prosperity Hamper (IDR 1,299,000 nett) dan The Abundance Hamper (IDR 1,599,000 nett). Hadiah festival ini menampilkan kue premium, teh yang lezat, dan kartu ucapan.

    Festival Naga di Signatures Restaurant Untuk menandai awal yang makmur, Signatures Restaurant mengundang tamu untuk berkumpul bersama orang terkasih dalam rangkaian pesta hidangan lokal dan internasional dengan penghormatan khusus pada hidangan khas Tiongkok, termasuk Yee Sang.

    Untuk merayakan dengan semarak, pertunjukan tari singa akan menjadi pusat perhatian. Penawaran spesial ini tersedia pada tanggal 9 Februari 2024 pada waktu makan malam dan pada tanggal 10 Februari 2024 pada waktu makan siang dan makan malam dengan harga IDR 788.000++ per orang. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan hubungi Customer Service.

  • Membentuk Karakter Islami Melalui Liburan Edukatif Kids Muslim Camp Batch-4

    Membentuk Karakter Islami Melalui Liburan Edukatif Kids Muslim Camp Batch-4

    TOPNEWS62.COM – Banyak orang tua telah mempersiapkan rencana agenda liburan untuk sang buah hati, tentunya dengan kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Dalam upaya menciptakan pengalaman liburan yang berkesan bagi anak, ASTON Priority Simatupang kembali menggelar kegiatan edukatif berbasis islami, Kids Muslim Camp.

    Setelah sukses menggelar batch pertama pada Desember 2022, lalu batch kedua dan ketiga pada Juli 2023 lalu, hotel bintang-4 ini kembali menggelar kegiatan Kids Muslim Camp untuk Batch yang ke-4 pada 24 – 25 Desember 2023 yang lalu. Program ini tidak sekadar kegiatan liburan, tetapi juga sebuah pengalaman edukatif yang dirancang untuk membentuk karakter islami dan menciptakan liburan berkesan.

    Kegiatan Kids Muslim Camp Batch 4 kali ini diikuti oleh 33 peserta dari berbagai sekolah di Jabodetabek mulai dari usia 5 – 11 tahun. Konsep “bermain sambil belajar” diterapkan dalam Kids Musim Camp disesuaikan dengan usia peserta yang semuanya anak-anak. Sebagian besar pembelajaran yang diajarkan adalah soft skill yang mengarah pada pembelajaran mengenai kehidupan untuk melatih kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, membangun karakter individu yang baik serta dapat bekerjasama dalam kelompok. Anak-anak diajarkan adab yang baik secara Islami karena merupakan pondasi penting sebelum belajar Islam yang lebih mendalam. Dalam kegiatan ini, ASTON Priority Simatupang menghadirkan pengajar yaitu Kang Didin (Pendekar Dongeng Indonesia) yang mengemas program belajar anak-anak menjadi menarik dan tidak membosankan.

    Selama acara berlangsung, peserta juga disuguhkan dengan sajian menu yang kids friendly. Mulai dari sarapan pagi hingga makan malam yang lezat, dan tentu saja, camilan di antara waktu kegiatan. Tidak hanya itu, para peserta juga mendapat berbagai hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam berbagai kegiatan.

    Hal yang membedakan pesantren kilat modern ini dengan yang lainnya adalah lokasinya dilaksanakan di hotel bintang 4, ASTON Priority Simatupang. Peserta tidak hanya mendapatkan kenyamanan tidur yang optimal tetapi juga dikelilingi oleh fasilitas yang mendukung pembelajaran islami.

    “Melalui kegiatan liburan Islami, anak-anak dapat memahami ajaran agama secara interaktif dan menyenangkan. Dengan penggunaan metode kreatif dan bermain, mereka dapat memahami konsep-konsep agama tanpa merasa terbebani, menciptakan pengalaman pendidikan yang menyenangkan.” komentar Andi Gevika Rizki, General Manager ASTON Priority Simatupang Hotel & Conference Center.