TOPNEWS62.COM, Jakarta – Wakil Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Afriansyah Noor, menegaskan pentingnya penerapan Standar Jaminan Produk Halal (SJPH) di seluruh rantai pasok makanan, terutama pada aspek penyimpanan dan distribusi. Penegasan ini disampaikan dalam Diskusi Panel Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia (PPLI) yang menjadi bagian dari gelaran Indonesia Cold Chain Expo di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara.
“Makanan adalah kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Karena itu, kami harus memastikan setiap tahapan dalam rantai pasok makanan—termasuk sistem logistik pendinginnya—telah sesuai dengan standar halal. Pendinginan yang tidak sesuai bisa menjadi titik rawan terjadinya kontaminasi produk," ujar Afriansyah Noor, yang akrab disapa Bang Ferry.
Ia menyoroti bahwa sistem cold storage, atau penyimpanan makanan bersuhu rendah, memainkan peran krusial dalam menjaga kehalalan produk makanan. Pasalnya, pada suhu tertentu, potensi kontaminasi antar produk bisa terjadi jika tidak dikelola dengan benar.
“Karena itu, sertifikasi halal pada cold storage bukan hanya penting, tapi menjadi keharusan untuk menjamin keamanan dan kehalalan makanan yang sampai ke tangan konsumen. Ini bentuk perlindungan hukum sekaligus rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.
BPJPH mencatat bahwa cold storage masuk dalam kategori jasa penyimpanan makanan dengan kode KBLI 52102, dan merupakan bagian penting dalam sistem logistik halal (halal supply chain) yang sedang dikembangkan dalam ekosistem industri halal nasional.
Selain menekankan pentingnya sertifikasi pada aspek penyimpanan, Bang Ferry juga menyoroti upaya BPJPH dalam meningkatkan kesadaran pelaku usaha melalui berbagai program sosialisasi dan edukasi. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan baik secara mandiri maupun bersama para pemangku kepentingan, termasuk media dan asosiasi industri.
“Kami terus melakukan pendekatan kepada pelaku usaha agar mereka memahami pentingnya sertifikasi halal. Tidak hanya untuk kepatuhan hukum, tapi juga sebagai peluang bisnis yang sangat besar, mengingat permintaan produk halal terus meningkat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BPJPH aktif menjalin kolaborasi lintas sektor untuk memperluas cakupan sertifikasi halal, mulai dari produsen makanan, jasa logistik, hingga penyedia penyimpanan dingin. Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha akan mempercepat terwujudnya sistem rantai pasok halal yang terintegrasi dan terpercaya.
“Dengan kolaborasi yang solid, kami yakin Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam industri halal global,” pungkasnya optimis.
TOPNEWS62.COM, NUNUKAN — Di tengah kesulitan geografis dan keterbatasan sarana, semangat dakwah para dai di wilayah perbatasan tidak pernah padam. Untuk memperkuat perjuangan mereka, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kaltara menyalurkan bantuan laptop kepada dai tangguh yang bertugas di wilayah Nunukan, termasuk pulau Sebatik dan Tulin Onsoi (7/5).
Bantuan ini adalah bentuk dukungan konkret BMH terhadap produktivitas para dai dalam menyebarkan ilmu dan menegakkan syiar Islam di ujung negeri.
Di era serba digital ini, laptop bukan lagi barang mewah—tapi kebutuhan dasar, bahkan untuk pelajar sekalipun.
“Alhamdulillah, bantuan laptop ini sangat membantu kami dalam menyusun materi dakwah dan mengatur aktivitas dengan lebih baik. Terima kasih kepada BMH, semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ujar Ustadz Randi, salah satu penerima manfaat.
Ustadz Randi bersama keluarga telah lama berkhidmat menjalankan dakwah di daerah pelosok yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Wilayah tugasnya luas, akses terbatas, namun tekadnya besar.
Menurut M. Nor Komara, Kadiv Prodaya BMH Kaltara, program ini adalah bagian dari upaya membangun ketahanan dai di garda terdepan dakwah.
Dok. BMH
“Kami ingin para dai bisa lebih mudah dan cepat dalam berkarya, baik dalam pendidikan, penyuluhan, maupun pembinaan umat. Ini juga investasi akhirat bagi para donatur,” katanya.
Dengan adanya laptop, para dai bisa membuat materi ceramah, mengelola dokumentasi, hingga merancang program dakwah secara lebih efektif. Dakwah pun tak lagi hanya dilakukan dari mimbar, tapi juga melalui layar dan gawai.
Keberadaan teknologi jika digunakan untuk kebaikan, bisa menjadi sarana penyebaran kebenaran yang luar biasa. Dan BMH hadir sebagai jembatan antara kebutuhan dai dan kepedulian umat.
TOPNEWS62.COM, Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan dari pendiri Gates Foundation, Bill Gates, di Istana Merdeka pada Rabu, 7 Mei 2025. Pertemuan ini menandai langkah strategis dalam mempererat kerja sama di bidang filantropi global, melalui pengembangan platform baru bernama Danantara Trust Fund.
Diskusi antara kedua tokoh berpengaruh ini berfokus pada potensi kolaborasi jangka panjang yang menyentuh sektor-sektor esensial seperti pendidikan, kesehatan sanitasi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Danantara Trust Fund pun diposisikan sebagai katalis untuk mendorong kontribusi sosial yang berdampak nyata di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Dalam keterangan pers usai pertemuan, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Danantara tengah membentuk Danantara Trust Fund sebagai fondasi kuat untuk mewadahi kontribusi filantropi dari berbagai pihak, baik domestik maupun internasional.
“Kita akan mulai dengan investasi awal sebesar 100 juta dolar AS, dan dalam lima hingga enam tahun ke depan, target kami adalah mencapai 1 miliar dolar AS,” jelas Rosan di hadapan awak media.
Ia menyebut bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Gates Foundation, yang menunjukkan minat untuk ikut serta dalam pendanaan bersama. “Kami telah membicarakan potensi kolaborasi ini dengan Gates Foundation, dan mereka sangat terbuka untuk bergabung dan berkontribusi secara langsung dalam dana abadi ini,” tambahnya.
Lebih dari sekadar dana sosial, Rosan menjelaskan bahwa Danantara Trust Fund dirancang untuk menjadikan Indonesia sebagai episentrum kegiatan filantropi di Asia Tenggara. Ia berharap kehadiran Bill Gates menjadi magnet bagi filantropis dan investor sosial dari seluruh dunia.
“Visi kami bukan hanya untuk memperluas jangkauan dana sosial, tapi juga membangun ekosistem kolaboratif yang transparan, inklusif, dan terstandarisasi secara global,” ujarnya.
Danantara juga akan menggandeng BUMN yang telah memiliki program tanggung jawab sosial (CSR), agar pelaksanaan kegiatan sosial lebih terpadu, berkelanjutan, dan tidak bersifat sporadis.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap program sosial benar-benar memberikan dampak nyata, bukan hanya program musiman tanpa arah yang jelas,” tegas Rosan.
Sebagai langkah lanjutan, Gates Foundation telah menunjuk dua orang wakilnya untuk berdiskusi teknis dengan tim Danantara, guna memastikan struktur kerja sama sesuai standar internasional. Dana ini juga dirancang agar dapat diawasi secara terbuka oleh publik dan media, guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
“Fokus kami adalah membangun model filantropi yang tidak hanya bertahan, tapi juga menginspirasi. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin turut membangun masa depan yang lebih baik,” tutup Rosan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan salah satu yayasan terbesar dunia, inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang luas dan berjangka panjang, serta memperkuat peran Indonesia sebagai pemimpin dalam gerakan filantropi regional.
TOPNEWS62.COM, PSSI melakukan peresmian program Garuda Academy pada Selasa (6/6) di Mandiri University Daan Mogot, Jakarta. Garuda Academy adalah program pendidikan serta pengembangan manajemen sepak bola yang diluncurkan PSSI untuk mendorong profesionalisme dan memperkuat fondasi industri olahraga nasional.
Pada momen bersejarah ini Ketua Umum PSSI, Erick Thohir hadir membuka langsung dan didampingi oleh Wakil Ketua Umum Zainudin Amali, anggota Komite Eksekutif Arya Sinulingga, Endri Erawan, Sekjen Yunus Nusi. Hadir juga tiga pemain timnas U-17 yakni Daffa Al Gasemi, Muhammad Zahaby Gholy, dan Fabio Azkairawan.
Peresmian ini juga dihadiri oleh perwakilan FIFA diantaranya Kanya Keomany (FIFA Council Member), Sanjeevan C. Balasingam (FIFA Director MA Asia-Oceania), Theodore Giannikos (FIFA Director of Special Project), Lavin Vignesh (FIFA Lead Regional Office), Andres Portabella (Senior Capacity Development and Education Manager), dan Yazeen Buhari (Advisor Consultant at FIFA Campus). Selain itu juga hadir perwakilan dari Bank Mandiri, Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan transformasi sepak bola Indonesia harus melampaui jauh dari sekadar kompetisi di lapangan sepak bola. Dia menambahkan, dibutuhkan leadership baru untuk melanjutkan transformasi dan bangun ekosistem sepakbola berkelanjutan.
Pembukaan Garuda Academy, menurut Erick menjadi insiatif yang tidak hanya baru, tapi juga komitmen kuat PSSI untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Indonesia, terutama dalam tata kelola dan manajemen olahraga paling populer di dunia ini.
"Inilah momen terbaik kolaborasi antara FIFA dan PSSI. Setelah saya meresmikan FIFA Arena sebagai sarana untuk menyalurkan antusiasme sepakbola bagi anak-anak melalui sekolah, kini giliran program perdana Garuda Academy yang juga didukung FIFA bersama AFC resmi dibuka. Artinya, usaha PSSI untuk terus memajukan dan mentransformasi sepakbola tidak akan berhenti karena FIFA dan AFC hadir bersama kita," kata Erick Thohir.
Erick menambahkan, antusiasme masyarakat Indonesia yang 75% mencintai sepak bola harus diimbangi dengan keberadaan sumber daya manusia yang memahami manajemen, tata kelola, dan operasional di bidang olahraga, khususnya sepakbola.
"Inisiasi Garuda Academy bersama FIFA dan AFC dilandasi kepedulian PSSI, bahwa jika ingin makin profesional dan berkelanjutan program transformasinya, maka manusianya harus dibangun. Garuda Academy ditujukan untuk bentuk karakter dan kapabilitas manusianya agar mereka bisa bangun sports management di Indonesia," lanjutnya.
Sebelum acara puncak berlangsung, PSSI telah menggelar pembukaan awal secara daring bersama 105 peserta terpilih. Dalam sesi pertemuan virtual yang diadakan pekan lalu, peserta berkesempatan bertatap muka dengan berbagai tokoh penting. Hadir dalam sesi itu yakni Direktur PT Garuda Sepak Bola Indonesia, Marsal Masita, serta perwakilan FIFA yakni Andres Portabella dan Yazeen Buhari. Pertemuan tersebut menjadi awal perkenalan antara peserta dengan ekosistem sepak bola internasional.
Pendaftaran Program Garuda Academy pada 19-24 April lalu membuat 300 orang lebih yang mendaftar. Namun melalui seleksi yang ketat dan terpilih 105 peserta.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk profesional muda di bidang olahraga dan lulusan baru dari universitas ternama. Tiga pesepakbola dan pernah membela timnas Indonesia yakni Greg Nwokolo, Yanto Basna, dan Rony Beroperay juga ikut di program ini.
PSSI menilai berdasarkan potensi kepemimpinan, semangat kolaboratif, dan komitmen untuk berkembang di sektor manajemen olahraga. Program ini memang dirancang sebagai gerbang awal untuk mencetak individu atau manajemen andal dalam industri sepak bola nasional.
Kriteria umum seleksi mencerminkan target serius PSSI dalam menjaga kualitas akademi ini. Setiap peserta merupakan WNI yang berdomisili di Indonesia, berusia maksimal 30 tahun, telah menempuh pendidikan minimal sarjana, fasih dalam bahasa Inggris, serta memiliki akun Garuda ID. Seleksi dilakukan melalui serangkaian tahapan yang menilai aspek teknis, kemampuan komunikasi, dan visi peserta terhadap masa depan industri olahraga.
Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti pelatihan intensif yang terdiri atas lima tahap dimulai dari CORE 1.0 hingga CORE 5.0. Masing-masing tahapan dirancang untuk mengasah keterampilan manajerial dari level dasar hingga lanjutan. Kurikulum yang disiapkan mencakup pemahaman tentang struktur manajemen sepak bola, perencanaan pertandingan, pemasaran, manajemen keuangan, serta strategi kepemimpinan dalam organisasi olahraga.
Peserta yang menunjukkan performa terbaik berkesempatan menempuh CORE 5.0 yang merupakan tahapan lanjutan dengan dukungan beasiswa penuh dari LPDP. Dalam tahap ini, mereka akan menjalani pendidikan master di bidang Manajemen Olahraga, baik melalui program FIFA Master maupun universitas terkemuka di Amerika Serikat atau Eropa. Kesempatan ini menunjukkan sinergi antara sektor pendidikan dan olahraga dalam mencetak pemimpin profesional yang berkelas global.
Program telah dimulai dengan sesi kelas daring pertama pada 3 Mei 2025 sebagai langkah awal pengenalan materi. Setelah peresmian dilakukan, mereka akan mengikuti sesi pelatihan tatap muka mulai hari ini hingga tanggal 11 Mei 2025 mendatang. Seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kelompok berbeda dengan tujuan mengoptimalkan interaksi dan pembelajaran selama pelatihan berlangsung. Sesi tatap muka ini akan memperdalam pemahaman peserta terhadap konteks kerja nyata di industri sepak bola.
Dalam pelatihan ini, pendekatan yang digunakan bersifat menyeluruh, baik secara teori maupun praktik. Para peserta akan dibimbing oleh instruktur lokal dan internasional yang berpengalaman di bidang olahraga dan manajemen. Dengan model pembelajaran komprehensif, peserta diharapkan mampu merumuskan kebijakan strategis, memahami dinamika organisasi olahraga, hingga mengelola event skala besar seperti liga nasional dan turnamen internasional.
Prinsip dasar yang diusung Garuda Academy adalah menciptakan talenta yang tidak hanya andal di belakang layar, tetapi juga punya jiwa kepemimpinan kuat. Dalam skema ini, peserta diajak mempelajari semua lapisan operasional manajemen sepak bola secara sistematis. Mereka tidak hanya memahami teori, tapi juga dibekali kemampuan teknis untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, baik dari aspek organisasi, pemasaran, komunikasi, hingga diplomasi olahraga internasional.
Program Garuda Academy merupakan bagian dari transformasi besar PSSI menuju ekosistem sepak bola profesional yang berkelanjutan. Dengan melibatkan mitra seperti FIFA dan LPDP, PSSI menegaskan komitmennya terhadap pembinaan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Dalam jangka panjang, alumni akademi ini diharapkan bisa menduduki posisi strategis, baik di level klub, federasi, maupun lembaga internasional yang bergerak di industri olahraga.
Di batch pertama Garuda Academy yang diikuti 105 peserta akan dilakukan seleksi ketat secara bertahap oleh FIFA dan AFC, hingga akhirnya mengerucut pada lima finalis yang akan diseleksi lagi untuk dipilih melanjutkan beasiswa ke FIFA Master atau universitas terkemuka di Amerika hingga Eropa. Jenjang FIFA Master merupakan tahap pendidikan tertinggi di module FIFA dalam bidang sport management.
TOPNEWS62.COM, Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Hajj Command Center (HCC), sebuah pusat kendali digital yang menjadi otak operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446H/2025M. HCC yang berlokasi di Gedung Siskohat Lantai 1, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), Jakarta, menjadi langkah nyata Kemenag dalam memodernisasi sistem layanan haji melalui integrasi data secara real time.
Dirancang sebagai pusat kendali utama, HCC mampu menampilkan dan memantau berbagai data penting—mulai dari informasi jemaah, proses pelunasan biaya haji, pengisian kuota, hingga pergerakan jemaah di Indonesia maupun Arab Saudi. Selain itu, pusat ini juga menyajikan laporan kepulangan jemaah, termasuk data jemaah yang sakit maupun wafat.
“HCC ini menjadi jawaban atas kebutuhan akan kontrol dan pemantauan yang menyeluruh dari berbagai titik, baik di dalam negeri maupun saat jemaah sudah berada di Tanah Suci,” ujar Direktur Jenderal PHU, Hilman Latief, saat peresmian pada Rabu (7/5/2025).
Menurut Hilman, hadirnya HCC merupakan hasil dari proses panjang transformasi digital yang sudah dimulai sejak peluncuran sistem Siskohat tiga dekade lalu. Kini, melalui HCC, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat berdasarkan data yang akurat dan mudah diakses.
Menariknya, pusat kendali ini dilengkapi sembilan layar dashboard yang menampilkan data operasional secara komprehensif. Tak hanya itu, terdapat pula fitur pengaduan masyarakat (Kawal Haji) serta call center yang mempermudah komunikasi publik dengan petugas haji.
Sekretaris Ditjen PHU, M. Arfi Hatim, mengungkapkan bahwa ide awal pembangunan HCC lahir dari diskusi mendalam tentang perlunya sistem pengawasan haji yang lebih efisien dan terintegrasi. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menyuguhkan layanan berbasis teknologi untuk mendukung operasional haji yang lebih transparan dan akuntabel,” tuturnya.
Apresiasi terhadap inisiatif ini juga datang dari Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Teguh Dwi Nugroho. Ia menilai bahwa HCC menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan haji secara nasional.
“Semoga ke depan, sistem seperti ini bisa dihadirkan di setiap embarkasi, menyesuaikan dengan karakteristik dan kearifan lokal masing-masing daerah,” harap Teguh.
Aplikasi Satu Haji: Satu Pintu untuk Semua Layanan Haji dan Umrah
Tak hanya meresmikan HCC, Ditjen PHU juga memperkenalkan aplikasi terbaru bernama Satu Haji (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji), yang kini bisa diakses langsung melalui perangkat seluler.
Aplikasi ini merupakan integrasi dari dua platform sebelumnya, yaitu Haji Pintar dan Umrah Cerdas. Dengan fitur yang lebih lengkap dan tampilan yang lebih ramah pengguna, Satu Haji menyajikan layanan informasi dan pendaftaran secara digital. Calon jemaah bisa langsung mendaftar haji secara elektronik, memantau status keberangkatan, hingga mengakses panduan manasik secara online.
“Satu Haji merupakan wajah baru dari sistem layanan digital kami. Ini tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai kanal komunikasi resmi antara Kemenag dan masyarakat,” jelas Arfi Hatim.
Dalam acara peluncuran ini turut hadir sejumlah pejabat tinggi, seperti Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Muhammad Zain, Direktur Bina Haji Musta'in Ahmad, dan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nugraha Stiawan, serta jajaran dari Ditjen PHU dan BP Haji.
Dengan hadirnya HCC dan aplikasi Satu Haji, Kemenag menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan haji dan umrah yang makin modern, efisien, dan transparan di era digital.