Blog

  • Satuan Unit Intel Kodim 0201/Medan Kembali Gerebek Sarang Narkoba di Kecamatan Medan Marelan

    Satuan Unit Intel Kodim 0201/Medan Kembali Gerebek Sarang Narkoba di Kecamatan Medan Marelan

    TOPNEWS62.COM, Satuan Unit Intel Kodim 0201/Medan dibawah pimpinan Pasi Intel Kodim 0201/Medan Mayor Inf Jaminardo Sinaga, S.S.T.Han.,S.IP, Dan Unit Intel Kodim Letu Arh Yudo Baban Subarna, kembali berhasil melakukan pengrebekan dan penangkapan 7 seorang terduga bandar dan pengguna Narkoba di wilayah Kodim 0201/Medan, Pasar 4 Timur Lingkungan 29 Kelurahan. Rengas Pulau, Kecamatan. Medan Marelan, Kota Medan, Selasa (6/5/2025) sore

    Berbekal informasi warga Pasar 4 Timur Lingkungan 29 Kelurahan. Rengas Pulau Kecamatan. Medan Marelan yang resah terhadap peredaran dan penyalahgunaan Narkoba dilingkungan mereka, Dan Unit Intel Kodim 0201/Medan Lettu Arh Yudo Baban Subarna melaporkan informasi tersebut kepada Pasi Intel Kodim 0201/Medan Mayor Inf Jaminardo Sinaga

    Atas arahan dan perintah Pasi Intel Kodim 0201/Medan Mayor Inf Jaminardo Sinaga, kepada Dan Unit Intel Kodim Lettu Arh Yudo Baban Subarna, agar segera merespon aduan masyarakat tersebut. Pada pukul 17.00 WIB anggota Unit Intel Kodim dan personil Babinsa, dipimpin Pasi Intel Kodim 0201/Medan dan Dan Unit Intel Kodim 0201/Medan langsung mendatangi lokasi tempat terduga bandar dan pengguna Markoba di Pasar 4 Timur Lingkungan 29 Kelurahan. Rengas Pulau Kecamatan. Medan Marelan.

    Sekitar pukul 17.30 WIB personil tiba di lokasi kebun pisang,dan Dukuh dibelakang rumah warga setempat terduga bandar dan pengguna Narkoba di Pasar 4 Timur Lingkungan 29, Kelurahan. Rengas. Setelah melakukan pengamatan, Tim langsung bergerak masuk untuk melakukan penyergapan/pengrebekan.

    Dari lokasi Tim Intel Kodim 0201/Medan berhasil meringkus dan menangkap 7 seorang terduga bandar dan pengguna Narkoba An.

    Ramadhan 25 Tahun, Pekerjaan Kuli Bangunan, Alamat Pasar 4 Timur Lingkungan 29 Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan. Sahrum Hasibuan 40 Thn, Tidak Bekerja, Alamat Pasar 4 Timur Lingkungan 29 Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan. Muhammad Azu Marsyah, 38 Thn, Pekerjaan Jaga malam Kandang Ayam, Alamat Jl. Marelan 2 Pasar 4 Timur Lingkungan 28 Kel. Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan. Yahya 28 Thn, Pekerjaan Kuli Bangunan Alamat Pasar 4 Timur Lingkungan 29 Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan. Muhammad Yusuf, 39 THN, tidak Bekerja Alamat Pasar 4 Timur Lingkungan 28 Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan. Delian Saputra 27 Thn, Tidak Bekerja, Alamat Jl. Datuk Rubiah Lingkungan 28 Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan. Muhammad Rehan, 16 Thn, Tidak Bekerja Alamat Pasar 4 Timur Lingkungan 27 Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan

    Dan dari tangan terduga tim berhasil mengamankan narkotika jenis Sabu sebanyak 5 bungkus paket hemat, 1 bungkus paket sedang dan 1 bungkus daun Ganja, Timbangan elektrik 1 buah, Alat hisap atau Bong 2 buah, 1 buah Hp, Uang tunai Rp 519.000, KTP 2 buah An. Delian Syahputra, Kartu BPJS 1 buah An. Delian Syahputra, Mancis 4 buah, Dompet 4 buah, dan dalam aksi pengrebekan/penangkapan itu tidak ditemukan oknum anggota TNI yang terlibat.

    Penangkapan bandar dan pengguna Narkoba diwilayah Kodim 0201/Medan yang saat ini sedang gencar gencarnya dilakukan oleh Unit Intel Kodim 0201/Medan dibawah pimpinan Pasi Intel dan Dan Unit Intel Kodim 0201/Medan ini adalah bukti kerja nyata TNI atas Instruksi Presiden yang melibatkan peran serta TNI dalam satgas pemberantasan Narkoba.

    Senada dengan instruksi Presiden,

    Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Kolonel Inf M. Radhi Rusin S.I.P., Dengan tegas mengatakan tidak ada toleransi bagi masyarakat dan oknum anggota TNI yang terlibat sebagai bandar, pengguna dan pengedar Narkoba.

    Saat ini terduga bandar dan pengguna Narkoba tersebut telah diserahkan oleh anggota Unit Intel Kodim 0201/Medan kepada Pihak

    Kepolisian, Polres Pelabuhan Belawan untuk dilakukan penahanan dan penyidikan lebih lanjut.

  • Angin Puting Beliung Terjang Gorontalo, Puluhan KK Terdampak dan Mengungsi

    Angin Puting Beliung Terjang Gorontalo, Puluhan KK Terdampak dan Mengungsi

    Dok. BNPB
    Dok. BNPB

    TOPNEWS62.COM, GORONTALO — Bencana angin puting beliung kembali melanda wilayah Indonesia bagian timur, dilansir dari Pusdatin KK BNPB Pada Senin (5/5), sekitar pukul 14.00 WITA, angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah dan memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi.

    Fenomena cuaca ekstrem ini secara khusus melanda dua desa di Kecamatan Telaga Biru, yakni Desa Timuato dan Desa Pentadio Timur. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo mencatat, sebanyak 65 kepala keluarga (KK) atau 248 jiwa terdampak akibat bencana tersebut. Rinciannya, di Desa Timuato terdapat 22 KK atau 81 jiwa, sedangkan di Desa Pentadio Timur sebanyak 43 KK atau 167 jiwa.

    Kerusakan cukup signifikan terlihat di sejumlah titik, terutama pada bagian atap rumah yang tersapu angin kencang, pohon tumbang, serta fasilitas umum yang rusak. Dalam situasi darurat ini, sebanyak 22 KK dari Desa Timuato terpaksa mengungsi sementara waktu ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Timuato, untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan darurat.

    Upaya penanganan segera dilakukan oleh berbagai unsur terkait, termasuk BPBD Kabupaten Gorontalo yang bergerak cepat bersama TNI, Polri, aparat pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi terkait lainnya. Tim gabungan bahu-membahu melakukan pendataan kerusakan, evakuasi warga, dan distribusi bantuan darurat.

    Kehadiran masyarakat yang turut bergotong royong memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban juga menunjukkan semangat solidaritas sosial yang tinggi di tengah musibah. Saat ini, kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan oleh warga terdampak meliputi makanan siap saji, air bersih, popok bayi, serta karpet atau tikar sebagai alas untuk tempat tinggal sementara.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui siaran resminya mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan. Warga juga diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dan memperhatikan informasi resmi dari BNPB, BPBD, maupun instansi terkait lainnya.

    Musibah ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang belakangan sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Perubahan cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya intensitas hujan dan angin kencang menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

  • Pesona Tersembunyi Pantai Pal Anyer: Surga Pasir Putih dan Ombak Memukau yang Wajib Anda Jelajahi!

    Pesona Tersembunyi Pantai Pal Anyer: Surga Pasir Putih dan Ombak Memukau yang Wajib Anda Jelajahi!

    TOPNEWS62.COM, ANYER SERANG – Rabu (07/05/2025) Kabupaten Serang, Banten, menyimpan segudang keindahan alam yang siap memanjakan mata dan jiwa para pelancong. Di antara deretan pantai yang memikat di kawasan Anyer, terselip sebuah permata tersembunyi yang menawarkan pesona tak terlupakan: Pantai Pal Anyer Desa Cikoneng Kecamatan Anyer. Lebih dari sekadar hamparan pasir dan deburan ombak, pantai ini adalah oase ketenangan dan keindahan yang sempurna untuk liburan keluarga maupun petualangan seru bersama teman-teman.

    Begitu menginjakkan kaki di Pantai Pal Anyer, Anda akan langsung disambut oleh hamparan pasir putih yang lembut, seolah permadani alami yang mengundang untuk dijelajahi tanpa alas kaki. Butiran pasirnya yang halus terasa nyaman di kulit, menciptakan sensasi relaksasi yang instan. Di sisi lain, ombak Samudera Hindia yang menari dengan anggun menyuguhkan pemandangan yang memukau. Suara deburannya menjadi melodi alam yang menenangkan, menghilangkan penat dan hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.

    Keistimewaan Pantai Pal Anyer tidak hanya berhenti pada pasir putih dan ombaknya. Lebih jauh dari bibir pantai, Anda akan menemukan formasi karang yang menawan. Saat air laut surut, keindahan bawah laut ini akan tersingkap, memperlihatkan berbagai biota laut kecil yang bersembunyi di antara celah-celah karang. Fenomena ini tentu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap keajaiban alam. Mereka dapat dengan aman mengamati kehidupan laut dari dekat, sebuah pengalaman edukatif yang tak ternilai harganya.

    Informasi berharga yang kami dapatkan langsung dari salah satu petugas Pos Masuk, Bapak Ferry, semakin memperjelas daya tarik ekonomis pantai ini. Dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp 10.000 per orang, Pantai Pal Anyer menjadi destinasi liburan yang ramah di kantong. Bagi Anda yang membawa kendaraan bermotor, biaya parkir berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per kendaraan. Sementara itu, untuk kendaraan roda empat, tarif parkir berada di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per kendaraan. Investasi kecil ini akan membawa Anda pada pengalaman liburan yang tak ternilai harganya.

    Salah satu fasilitas yang menjadi daya tarik utama Pantai Pal Anyer adalah keberadaan gazebo yang tertata apik di sepanjang pantai. Gazebo-gazebo ini bukan sekadar tempat berteduh dari sengatan matahari, tetapi juga merupakan bagian dari "paket menawan" yang ditawarkan oleh keindahan alam pantai ini. Anda dapat bersantai di gazebo sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi, mendengarkan deburan ombak, dan menyaksikan panorama laut yang luas membentang. Gazebo ini menjadi tempat yang ideal untuk berkumpul bersama keluarga, berbagi cerita, atau sekadar menikmati waktu luang dengan tenang.

    Lebih dari itu, Pantai Pal Anyer juga memanjakan lidah para pengunjung dengan berbagai pilihan makanan yang relatif murah dan terjangkau. Warung-warung makan di sekitar pantai menyajikan hidangan laut segar dan menu lokal lainnya dengan harga yang bersahabat. Anda tidak perlu khawatir akan biaya makan yang membengkak saat berlibur di sini. Sambil menikmati hidangan lezat, Anda tetap dapat menikmati pemandangan pantai yang indah, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

    Mengapa Pantai Pal Anyer Wajib Dikunjungi?

    Pantai Pal Anyer menawarkan kombinasi yang sempurna antara keindahan alam, fasilitas yang memadai, dan harga yang terjangkau. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pantai ini menjadi destinasi yang wajib Anda kunjungi:

    1. Keindahan Alam yang Memukau: Pasir putih yang lembut, ombak yang menenangkan, dan formasi karang yang unik menciptakan lanskap pantai yang sangat indah dan memanjakan mata.
    2. Suasana yang Tenang dan Nyaman: Jauh dari keramaian pusat kota, Pantai Pal Anyer menawarkan suasana yang tenang dan damai, cocok untuk Anda yang ingin melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari.
    3. Aktivitas yang Beragam: Anda dapat berenang, bermain pasir, berjemur, menikmati keindahan bawah laut saat air surut, atau sekadar bersantai di gazebo sambil menikmati pemandangan.
    4. Fasilitas yang Memadai: Keberadaan gazebo yang nyaman dan warung makan dengan harga terjangkau menambah kenyamanan dan kemudahan selama Anda berada di pantai ini.
    5. Akses yang Mudah dan Biaya Terjangkau: Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota dan biaya masuk serta parkir yang terjangkau menjadikan Pantai Pal Anyer sebagai pilihan liburan yang ekonomis dan praktis.
    6. Cocok untuk Semua Kalangan: Baik Anda berlibur bersama keluarga, pasangan, maupun teman-teman, Pantai Pal Anyer menawarkan daya tarik yang dapat dinikmati oleh semua kalangan usia. Anak-anak akan senang bermain pasir dan mengamati karang, sementara orang dewasa dapat bersantai menikmati keindahan alam.
    7. Potensi Edukasi: Fenomena air surut yang memperlihatkan formasi karang dan biota laut kecil memberikan kesempatan edukasi yang berharga bagi anak-anak untuk belajar tentang keanekaragaman hayati laut.
    8. Pengalaman yang Autentik: Berinteraksi dengan petugas lokal seperti Bapak Ferry memberikan informasi yang akurat dan menciptakan pengalaman liburan yang lebih autentik dan personal.

    Tips Berkunjung ke Pantai Pal Anyer:

    Agar kunjungan Anda ke Pantai Pal Anyer semakin menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa Anda perhatikan:

    • Waktu Terbaik Berkunjung: Anda dapat mengunjungi Pantai Pal Anyer kapan saja, namun waktu terbaik adalah saat pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari yang menyengat.
    • Perlengkapan yang Dibawa: Jangan lupa membawaSunscreen, topi, kacamata hitam, pakaian renang, handuk, dan alas kaki yang nyaman. Jika Anda berencana untuk menjelajahi karang saat air surut, sandal air atau sepatu karang akan sangat berguna.
    • Jaga Kebersihan: Mari bersama-sama menjaga kebersihan Pantai Pal Anyer dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menghormati lingkungan sekitar.
    • Bawa Uang Tunai: Meskipun beberapa warung mungkin menerima pembayaran digital, sebaiknya Anda membawa uang tunai untuk transaksi yang lebih mudah.
    • Ajak Keluarga dan Teman: Berlibur bersama orang-orang terdekat akan membuat pengalaman Anda di Pantai Pal Anyer semakin berkesan.
    • Eksplorasi Lebih Jauh: Selain menikmati keindahan pantai, Anda juga dapat menjelajahi desa Cikoneng dan kawasan Anyer lainnya yang memiliki daya tarik tersendiri.

    Pantai Pal Anyer di Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Kabupaten Serang adalah destinasi wisata pantai yang menawarkan pesona alam yang luar biasa dengan harga yang sangat terjangkau. Kombinasi antara pasir putih yang lembut, ombak yang memukau, formasi karang yang unik, fasilitas gazebo yang nyaman, dan pilihan makanan yang murah meriah menjadikannya pilihan ideal untuk liburan keluarga maupun bersama teman-teman. Informasi langsung dari petugas setempat semakin meyakinkan bahwa pantai ini adalah surga tersembunyi yang wajib Anda jelajahi. Jadi, tunggu apa lagi? Segera rencanakan perjalanan Anda ke Pantai Pal Anyer dan rasakan sendiri keindahan serta ketenangan yang ditawarkannya! Jangan lupa untuk mengabadikan momen-momen indah Anda di pantai yang menawan ini.

  • Gerakan Wisata Bersih di Danau Toba

    Gerakan Wisata Bersih di Danau Toba

    TOPNEWS62.COM, Danau Toba – Komitmen untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas dan ramah lingkungan terus digaungkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Salah satu wujud nyatanya adalah pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang baru saja digelar di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara.

    Aksi gotong royong besar-besaran ini berlangsung pada 4–5 Mei 2025 di dua lokasi strategis, yaitu Amphiteater Waterfront City Pangururan dan Pantai Bebas Parapat. Lebih dari 800 peserta yang terdiri dari masyarakat, komunitas lokal, pelaku pariwisata, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

    Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyatakan bahwa Gerakan Wisata Bersih adalah langkah bersama untuk menjawab tantangan kebersihan di kawasan wisata, yang merupakan faktor penting bagi kenyamanan wisatawan dan citra destinasi. “Melalui gerakan ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujar Ni Luh dalam sambutannya di Danau Toba, Senin (5/5/2025).

    Selain kegiatan bersih-bersih, agenda GWB juga mencakup edukasi tentang lingkungan hidup, pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta penyediaan fasilitas pendukung kebersihan. Kemenparekraf menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan program prioritas nasional untuk mendongkrak kualitas destinasi wisata, terutama dalam hal kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    Tak hanya itu, gerakan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan skor Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI), di mana Indonesia telah naik ke peringkat 22 dunia. Namun, pada aspek kesehatan dan kebersihan, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara Asia lainnya—sebuah tantangan yang harus diatasi melalui aksi nyata seperti GWB.

    Danau Toba, sebagai destinasi super prioritas dan bagian dari UNESCO Global Geopark, menjadi contoh bagaimana pariwisata dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Kebersihan kawasan tidak hanya menunjang kenyamanan pengunjung, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

    Dukungan terhadap gerakan ini datang dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Samosir dan PT Astra International Tbk memberikan kontribusi nyata di Pangururan, sementara Pemerintah Kabupaten Simalungun, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar turut mendukung kegiatan di Parapat. BI bahkan mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan bank sampah setempat.

    “Ini adalah investasi jangka panjang. Semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari karakter kita,” ujar Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution. Ia menambahkan bahwa pembangunan pariwisata tidak semata soal infrastruktur, tetapi juga berangkat dari hal sederhana seperti kebersihan.

    Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bangga karena Samosir masuk dalam daftar 25 destinasi terbaik di Asia versi Travel+Leisure Asia. Ia berharap semangat kebersihan dan pelestarian lingkungan yang ditanamkan melalui GWB dapat membawa Kabupaten Samosir ke tingkat yang lebih tinggi di mata dunia.

    Momentum GWB ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan program unggulan daerah Visit Samosir 2025–2026, serta aplikasi “Samosir Tourism” yang dapat diunduh melalui perangkat Android. Aplikasi ini memberikan informasi lengkap mengenai destinasi wisata, akomodasi, kuliner, dan fasilitas pendukung lainnya di Samosir.

    Advisor to Astra, Riza Deliansyah, menyatakan bahwa dukungan Astra pada pariwisata Danau Toba difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui desa wisata. “Kami melihat potensi besar di Desa Wisata Hariara Pohan dan Huta Tinggi. Karena destinasi wisata butuh ekosistem pendukung yang kuat,” ungkap Riza.

    Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Bupati Tapanuli Utara, Ketua DPRD Samosir, Wakil Bupati Simalungun, serta Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar. Dari jajaran Kemenparekraf, mendampingi Wamenpar Ni Luh Puspa, hadir Deputi Destinasi dan Infrastruktur, Staf Ahli Transformasi Digital, serta Direktur Utama BPODT dan Direktur Poltekpar Medan.

    Gerakan Wisata Bersih di Danau Toba bukan sekadar aksi sesaat, melainkan langkah awal menuju masa depan pariwisata Indonesia yang lebih bersih, berdaya saing, dan berkelanjutan.

  • Kelaparan dan Kekurangan Gizi Ancam Gaza: Akibat Blokade

    Kelaparan dan Kekurangan Gizi Ancam Gaza: Akibat Blokade

    Dok. MER-C
    Dok. MER-C

    TOPNEWS62.COM, JAKARTA — Jalur Gaza saat ini menghadapi krisis kemanusiaan sangat parah akibat blokade berkepanjangan yang dilakukan oleh penjajah Israel. Di tengah sulitnya bantuan masuk ke wilayah tersebut, kondisi gizi anak-anak semakin memprihatinkan.

    Dr. Osama Qudeih, Dokter Pediatri di Klinik Al Aqsa B di Al-Mawassi, Gaza Selatan, yang dikelola MER-C bersama Kementerian Kesehatan Palestina (MoH), melaporkan bahwa sebagian besar pasien yang ia tangani adalah anak-anak yang mengalami kekurangan gizi (malnutrisi), baik pada tahap awal maupun dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

    Dari sekitar 200 kasus yang ditanganinya, 40 hingga 50 di antaranya merupakan kasus malnutrisi serius.

    “Kasus malnutrisi terutama terjadi pada anak-anak di bawah usia dua tahun dengan penyebab utama berupa melemahnya sistem kekebalan tubuh mereka. Hal ini pula disebabkan oleh kurangnya (defisiensi) berbagai ketersediaan jenis makanan,”ujarnya.

    Ia mengatakan kelangkaan dan tidak adanya susu formula bayi di pasaran berdampak sangat signifikan.

    “Beberapa gejala yang muncul antara lain adalah penurunan berat badan, di mana dalam banyak kasus dapat menjadi sangat berbahaya,”ungkap dr. Osama.

    Jumana Abu Arab menambahkan, untuk menangani kondisi ini sebelumnya Kementerian Kesehatan memberikan suplemen gizi secara rutin ke Klinik tersebut. Namun, stok yang tersedia mulai menipis karena kebutuhan terus meningkat dan pasokan di pasaran semakin terbatas.

    Kelaparan dan Malnutrisi juga Terjadi di Gaza Utara

    Kondisi kelaparan juga sangat terasa di wilayah utara Jalur Gaza. Dr. Basel Al-Basyouni, Dokter Spesialis Ortopedi di Rumah Sakit Indonesia, menyebut bahwa wilayah ini kini menderita kelaparan luar biasa di tengah genosida yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel.

    Selain serangan udara yang menyasar lembaga masyarakat, tempat tinggal warga sipil, dan gudang penyimpanan makanan, blokade yang terus berlanjut menyebabkan lonjakan harga bahan pangan yang drastis. Dampak sangat negatifnya bisa dirasakan oleh penduduk Gaza, khususnya para pencari nafkah.

    “Sebagai pencari nafkah bagi keluarga, saya menghadapi kesulitan ekstrem dalam memenuhi kebutuhan makanan pokok anak-anak saya, karena kurangnya sumber pendapatan. Bahkan kalaupun saya mampu membeli kebutuhan mereka, saya merasa kesulitan berinteraksi dengan anak-anak saya, terutama anak-anak saya yang masih kecil, karena saya merasa tidak dapat menyediakan makanan yang cukup layak bagi mereka,” katanya.

    Keluarganya kini hanya mampu makan sekali sehari. Dr. Basel bahkan harus membagi sepotong roti kepada seluruh anggota keluarganya.

    semua kebutuhan rumah tangga masyarakat seperti persediaan bahan makanan dan makanan kaleng telah habis. Dari situlah tanda-tanda kekurangan gizi mulai tampak, khususnya di kalangan anak-anak. Berat badan mereka mengalami penurunan antara 5 hingga 10 kilogram.

    Sebagai dokter ortopedi yang banyak menangani korban serangan Israel, ia mengamati bahwa kekurangan gizi menyebabkan penyembuhan luka pasien menjadi sangat lambat atau bahkan gagal.

    “Pasien-pasien ini membutuhkan nutrisi yang sehat dan makanan yang mengandung protein, vitamin, karbohidrat, dan gula. Dulu, luka-luka seperti itu dapat sembuh dalam waktu singkat, tetapi sekarang memerlukan waktu dua kali lipat atau lebih lama untuk pulih,”kata dr. Basel.

    Ia juga menyampaikan banyak pasien kini mengalami kulit pucat (pallor), kelemahan umum (general weakness), dan anemia, yang menyebar hampir ke seluruh pasien. Sistem kekebalan tubuh yang lemah menyebabkan penyebaran infeksi dan epidemi makin sulit dicegah.

    Kondisi yang Terus Memburuk juga Berdampak kepada Tenaga Medis

    "Kami bahkan hampir tidak dapat menjalankan tugas kami secara menyeluruh akibat rasa lelah yang sudah akut," katanya.

    Ia mengaku telah kehilangan sekitar 30 kilogram berat badan, dan rekan-rekannya mengalami kondisi yang sama karena kurangnya makanan, terutama daging.

    "Keputusasaan dan rasa tidak ada harapan mulai menguasai kehidupan profesional kami, yang berdampak negatif, khususnya pada pasien yang sedang terluka, dan masyarakat pada umumnya," tutur dr. Basel.